Total Tayangan Halaman

Kamis, 13 Juni 2019

TUGAS 3 BAHASA INGGRIS BISNIS 2


Strategi Mengerjakan Soal Structure Pada TOEFL (Tugas 3 Mata Kuliah Bahasa Inggris Bisnis 2)
Pastikan Kesesuaian Kalimat yang Memiliki Subject dan Verb
Soal TOEFL structureAnda tahu bahwa kalimat dalam bahasa Inggris harus memiliki subjek (subject) dan kata kerja (verb). Jenis yang paling umum dalam pertanyaan STRUCTURE TOEFL Test ialah mengenai subject dan verb: mungkin kata yang dikosongkan, baik subject atau verb atau keduanya, atau mungkin kata yang memiliki subject tambahan atau verb tambahan. Cara menjawab soal TOEFL structure jenis ini, perhatikan beberapa contoh berikut.
Contoh 1:
_________ was backed up for miles on the freeway.
    (A)      Yesterday
    (B)      In the morning
    (C)      Traffic
    (D)      Cars
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh di atas Anda melihat langsung bahwa ada sebuah kata kerja (verb), tapi tidak ada subjek. Jawaban (C) adalah jawaban yang tepat karena mengandung subjek tunggal "traffic" dan sesuai dengan kata kerja tunggal "was". Jawaban (A), "yesterday", dan jawaban (B),  "in the morning", bukanlah subjek, karenanya keduanya tidak benar. Meskipun jawaban (D), "cars", bisa jadi subjek,  itu pun tidak benar. Karena "cars"  berbentuk jamak, sehingga tidak sesuai dengan kata kerja tunggal "was".
Contoh 2:
Engineers________ for work on the new space program.
    (A)     necessary
    (B)     are needed
    (C)     hopefully
    (D)     next month
Pembahasan Soal dan Jawaban
Dalam contoh ini, bahwa kalimat di atas, Engineers sebagai subject, namun tidak ditemukan kata kerja (verb). Karenanya, jawaban (B) merupakan jawaban paling tepat. Karena "are needed"  adalah kata kerja.  Sedangkan, jawaban (A), (C), dan (D) bukanlah verb, sehingga bukanlah jawaban yang benar.
Contoh 3:
Fitzgerald_______ the society of the 1920's in his novel, The Great Gatsby.
    (A)     reflect
    (B)     reflects
    (C)     are reflecting
    (D)     have reflected
Pembahasan Soal dan Jawaban
Fitzgerald merupakan subjek orang ketiga tunggal. Maka, kata kerja yang mengikutinya juga harus dalam bentuk tunggal. Karenanya, jawaban yang tepat ialah (B).


TUGAS 2 BAHASA INGGRIS BISNIS 2


Tips Belajar Soal Tes TOEFL Listening Comprehension

Tes TOEFL Listening Comprehension Section bertujuan menguji kemampuan Anda dalam memahami bahasa lisan. Akan tetapi, untuk bisa memahami bahasa lisan tersebut, di samping harus membiasakan diri mendengarkan bahasa Inggris lisan, Anda harus memiiiki pengetahuan struktur bahasa (tata bahasa) Inggris yang memadai. Semua kalimat dalam bagian ini menggunakan kalimat yang grammatically correct (benar menurut tata bahasa) dan biasanya dalam bentuk kalimat lengkap. Semua kalimat tersebut diucapkan dalam percakapan bahasa Inggris. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan soal tes TOEFL Listening Comprehension dengan baik, Anda dituntut memiiiki kemampuan untuk:

1.      Memahami tekanan dan nada.
2.      Memahami perbedaan bunyi.
3.      Memahami idiom dalam bahasa Inggris.
4.      Memahami ungkapan-ungkapan percakapan.
5.      Memahami kelompok atau frasa kata kerja.
6.      Menemukan informasi yang tersirat (tak dinyatakan secara jelas).
7.      Memahami perbandingan.
8.      Memahami makna/isi percakapan atau pembicaraan.
Pahami bentuk-bentuk petunjuk (direction) pada masing-masing bagian (part) dengan baik sebelum hari-H ujian.
Bacalah pilihan pada masing-masing soal sebanyak mungkin ketika narator sedang membacakan perintah dan contoh soal (example).
Dengarkan dengan penuh konsentrasi dan fokuskan perhatian Anda pada percakapan yang sedang Anda dengarkan.
Maksimalkan kemampuan listening Anda pada soal-soal pertama pada masing-masing bagian.
JENIS PERTANYAAN SOAL TES TOEFL LISTENING COMPRHEHENSION
Anda sangat perlu memahami berbagai bentuk pertanyaan tes TOEFL Listening Comprehens, seperti:

1. Soal yang menanyakan Pikiran Utama (Main Idea)
     - What is the main idea of this talk?
       (Apa pikiran utama dari percakapan ini?)
    -  What are they talking about?
       (Apa yang sedang mereka bicarakan?)
2. Soal yang menanyakan Topik Pembicaraan
    - What is the text about?
      (Tentang apa teks tersebut?)
    - What is the talk about?
      (Tentang apa percakapan tersebut?)
    - What does the text talk about?
      (Teks tersebut membicarakan tentang apa?)
    - What is the topic of this talk?
      (Apa topik dari percakapan ini?)
3. Soal yang menanyakan Kesimpulan (Conclusion/Inference)
    - What can we infer from the talk?
      (Apa yang bisa kita simpulkan dari pembicaraan tersebut?)
    - What is the conclusion of this meeting?
      (Apa kesimpulan dari pertemuan ini?)
4. Soal yang menanyakan Informasi yang detail (Detailed Information) mengenai Siapa [Who), Apa (What), Di mana (Where), Kapan (When), dan Bagaimana (How).
    - Where did it happen?
      (Di mana terjadinya?)
    - When was this virus invented?
    (Kapan virus ini ditemukan?)
    - How could the explorer obtained the location ?
    (Bagaimana penjelajah mendapatkan lokasi tersebut?)
    - Who is invited to the party?
    (Siapa yang diundang ke pesta itu?)
    - What time did the meeting begin ?
    (Jam berapa pertemuan itu dimulai?)
5.  Soal yang menanyakan Saran (Suggestion/Advice)
    - What does the woman suggest?
    (Apa yang wanita tersebut sarankan?)
    - What should the man do?
    (Apa yang seharusnya laki-laki itu kerjakan?)
6.  Soal yang menanyakan implikasi (Implication)
    - What does this statement imply?
    (Apa implikasi dari pernyataan ini?)
7.  Soal yang menanyakan Tujuan (Purpose)
    - What is the purpose of the talk?
    (Apa tujuan dari percakapan tersebut?)
8.  Soal yang menanyakan Judul (Title)
    - What is the best title of the talk?
    (Apa judul yang terbaik untuk percakapan tersebut?)
9.  Soal yang menanyakan tentang Sikap/Pandangan Pembicara (Speaker's View), apakah puas
      (satisfied) sedih (sad), bahagia (happy), kritis (critical), dan sebagainya, misalnya:
    - What's the speaker's impression about the event?
      (Bagaimana kesan pembicara tentang acara tersebut?)
    - What does the speaker's feel about it?
      (Apa yang pembicara rasakan tentang ini?)
10.  Soal yang menanyakan tentang Peserta Ceramah (Audience)
    - Who is the speech addressing to?
      (Ditujukan kepada siapa pidato tersebut?)
    - Whom is the speaker talk to?
      (Kepada siapa pembicara tersebut berbicara?)

Sumber : http://www.geniustoefl.com/artikel-ilmu-kunci-toefl/artikel/listening-comprehension/tips-belajar-soal-tes-toefl-listening-comprehension

Kamis, 21 Maret 2019

TUGAS 1 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TOEFL
Test of English as a Foreign Language (TOEFL /ˈtoʊfəl/ TOH-fəl) is a standardized test to measure the English language ability of non-native speakers wishing to enroll in English-speaking universities. The test is accepted by many English-speaking academic and professional institutions. TOEFL is one of the two major English-language tests in the world, the other being the IELTS.
TOEFL is a trademark of the Educational Testing Service (ETS), a private non-profit organization, which designs and administers the tests. ETS issues official score reports, sent independently to institutions, for two years following the test.
Institutional Testing Program (ITP)
TOEFL ITP ("ITP" stands for "Institutional Testing Program") tests are paper-based and use academic content to evaluate the English-language proficiency of non-native English speakers. The tests use new and previously administered TOEFL test questions and are used for placement, progress, evaluation, exit testing and other situations. The test scores, format and content of the test matches the "TOEFL PBT", with the exception of not including the TWE (Test of Written Expression).
Unlike the TOEFL iBT and PBT tests, TOEFL ITP tests are administered by the institution and for internal use. It should not replace the need for the TOEFL iBT test, which is administered securely and includes Speaking and Writing components. There are two levels of TOEFL ITP: Level 1 (intermediate to advanced) and Level 2 (high beginning to intermediate).TOEFL ITP scores are mapped to the CEFR and test takers are provided with a certificate of achievement.
Internet - Based Test (iBT)
The TOEFL iBT exam is given online through the Internet at designated testing sites. It is recommended that you have basic typing skills in order to complete this exam in a timely manner. This exam measures writing, reading, listening, and speaking skills. The test is administered very frequently throughout the year at various locations. The test takes about 3-4 hours to complete. This format of the exam is generally the only option students will have at most locations where they will be taking the TOEFL exam.

Rabu, 24 Oktober 2018

ANALISIS JURNAL “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERORIENTASI OBJEK”

ANALISIS JURNAL “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERORIENTASI OBJEK”

Analisis sistem adalah tehnik memecahkan masalah dengan membagi setiap komponen,dimana kompenen tersebut akan dilihat kemampuannya dalam bekerja dalam mencapai tujuan sistem.
Pada proses pembelajaran ini, dosen juga perlu melakukan evaluasi kepada mahasiswa di kelasnya. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan.  Selanjutnya, proses evaluasi atau memberi nilai masih dikerjakan secara manual atau dicek satu per satu. Hal ini menyebabkan proses evaluasi lama dan kurang valid. Permasalahan yang muncul adalah sulitnya mencari materi atau buku pegangan. Ada suatu solusi dari permasalahan di atas. Solusi tersebut melibatkan teknologi informasi sebagai sarana. Salah satu bagian dari teknologi informasi ini adalah adanya Sistem Informasi manajemen. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi. Solusi untuk permasalahan ini adalah menggunakan pendekatan berorientasi objek. Hasil penelitian ini masih dalam bentuk prototipe, tetapi prototipe tersebut diharapkan juga menjadi bahan acuan untuk pengembangan kedepannya.
Penelitian ini bertipe ekspreimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek [7]. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan beeberapa metode [7]. Metode-metode ini adalah sebagai berikut:
1.   Wawancara Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
2.      Observasi Observasi atau pengamatan  kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengjukan pertanyaan-pertanyaan.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun tujuan analisis data kualitatif adalah mencari makna dibalik data yang melalui pengakuan subyek pelakunya [7]. Peneliti dihadapkan kepada berbagai objek penelitian yang semuanya mengahasilkan data yang membutuhkan analisis. Data yang didapat dari obyek penelitian memiliki kaitan yang masih belum jelas. Oleh karenanya, analisis diperlukan untuk mengungkap kaitan tersebut secara jelas sehingga menjadi pemahaman umum.
Pada penelitian ini menggunakan model proses inkremen. Incremental model adalah model pengembangan sistem pada rekayasa perangkat lunak berdasarkan kebutungna perangkat lunak yang dipecah menjadi beberapa fungsi atau bagian sehingga model pengembangannya secara bertahap [3]. Dilain pihak ada yang  mengartikan model incremental sebagai  perbaikan dari model waterfall dan sebagai standar pendekatan topdown. Layaknya Model Waterfall, model ini pun juga memiliki tahapan tahapan untuk perancangan perangkat lunaknya, yaitu:
1.      Requirement adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
2.      Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
3.  Architecture Design adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
4.      Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
5.      Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan. Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap increment. Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada incremental model, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. Tim spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua, dan seterusnya. Jadi, tidak harus menunggu modul pertama selesai hingga dikirim ke user.
KESIMPULAN
Pada penelitian ini terdapat beberapa simpulan dari aktivitas yang telah dilakukan sesuai metode penelitian. Beberapa simpulan tersebut adalah Sistem dibangun dengan analisis dan perancangan berorientasi Objek.Pendekatan berorientasi objek memiliki keunggulan dalam 3 aspek yaitu enkapsulasi data, pewarisan, dan polimorfisme. Sistem memiliki 3 kriteria pengguna yaitu dosen, mahasiswa, dan operator serta sistem dibangun berbasis website.
SARAN
            Dibuatkan sistem keamanan untuk soal yang akan diupload menggunakan enkripsi agar soal tidak mudah bocor pada mahasiswa yang akan mengikuti ujian.

Sumber : http://ejournal2.unsri.ac.id/index.php/jsi/article/view/5136

Rabu, 06 Juni 2018

Animasi Camp Fire Dengan Unity 3D


       Animasi ini dibuat menggunakan aplikasi Unity 3d, beberapa component di dalamnya terdapat pohon, pasir, bulan, dan objek utamanya adalah camp fire atau api unggun. Animasi ini menggunakan camera movement agar terlihat lebih real dan dengan angin yang meniup pohon dan membuat pohon tersebut bergerak. Objek objek di dalamnya seperti pohon api dan lain lain di dapat dari asset yang sudah ada di dalam Unity 3d tersebut.

Minggu, 17 Desember 2017

 SISTEM PAKAR DALAM MENENTUKAN TINGKAT IQ ANAK YANG MENGALAMI RETERDASI MENTAL DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Latar Belakang
Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar dapat diterapkan dalam dunia kesehatan Salah satu implementasinya yaitu sistem pakar untuk menentukan tingkat IQ (Intelligence Quotient) pada anak.
Metode sistem pakar yang biasa digunakan adalah metode bayes, yaitu: suatu metode untuk menghasilkan estimasi parameter dengan menggabungkan informasi dari sampel dan informasi lain yang tersedia sebelumnya. Adapun metode forward chaining yang mendapatkan kesimpulan dari fakta-fakta tersebut, namun pada kasus ini metode yang digunakan menggunakan metode certainty factor.
Tujuan pembuatan jurnal
Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk memberitahukan sistem pakar/software yang dapat menentukan anak yang mengalami reterdasi mental dengan mudah karna dapat menggunakan aplikasi ini dimana saja tanpa harus pergi ke seorang ahli atau dokter.
Metode yang dipakai
Metode yang dipakai menggunakan metode certainty factor, Certainty Factor adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar.
Pembahasan singkat
Retardasi mental adalah kelainan atau kelemahan jiwa dengan inteligensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala yang utama ialah inteligensi yang terbelakang.Dari test wechsler dapat diklasifikasikan retardasi ringan memiliki IQ skala 55-59 dengan ciri tidak dapat berfikir secara abstrak dan hanya hal – hal konkret yang bisa dipahami, lalu reterdasi sedang memiliki IQ 40- 54 dengan ciri masih didapat kelainan kongenital, reterdasi berat memiliki IQ 25-39 dengan cirimudah terserang penyakit,gerakan motorik terganggu dan perkembangan fisik,dan berbicara terlambat. Lalu yang terakhir reterdasi sangat berat IQ kurang dari 24 dengan ciri tidak dapat merawat dirinya sendiri ,tidak dapat banyak berkata biasanya hanya bisa mengucapkan 1 kata (pa,ma).
Pada sistem pakar ini seorang siswa dapat menginput data gejal yang ada pada software tersebut dalam bentuk pilihan yang tersedia lalu menginput opsi jawaban atau pilihan tersebut,dan sistem akan menganalisa. Analisa merupakan metode yang digunakan untuk menguji, menilai dan memahami, sistem pemikiran yang kompleks dengan memecahkannya ke dalam unsur yang lebih sedarhana sehingga hubungan antara unsur-unsur itu menjadi jelas. Analisa yang digunakan menggunakan metode certainty factor dengan rumus:
MB(H,E)S = max[p (H | E),p (H )]- p (H  ) / max[1,0] – p(H)
MD(H,E) = min[ p(H |E ),p (H )] - p(H ) / min[1,0] – p(H)
Ket:
MB(H,E) = measure of disbelief, (ukuran kepercayaan).
MD(H,E) = measure of disbelief, (ukuran ketidak percayaan)
P(H) = probabilitas kebenaran hipotesis H.
P(H|E) = probabilitas bahwa H benar karena fakta E.
Dengan analisa menggunakan metode certainty factor maka siswa atau pemakai software ini mendapatkan hasil nya dengan keterangan diagnosa yang dia alami apakah mengalami reterdasi mental ringan,sedang,berat,atau sangat berat.
Saran untuk aplikasi
Dari hasil diagnosa yang ada pada contoh di aplikasi jurnal tersebut masih kurangnya penjelasan yang mudah dimengerti ,akan lebih baiknya jika hasil diagnosa pada aplikasi tersebut menjelaskan lebih rinci lagi dan perlunya pemaparan yang rinci dalam mendapatkan nilai CF, mugkin bisa dengan menambah menu bar “penjelasan/pemaparan” untuk menjelaskan bagaimana siswa atau pengguna aplikasi tersebut mendapatkan nilai certainty faktor yang menentukan reterdasi mental.
Kesimpulan
1.      Dengan adanya penelitian ini, penulis dapat menentukan tingkat IQ anak yang mengalami reterdasi mental berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh masing-masing anak.
2.      Dengan penerapan metode certainty factor menghasilkan nilai interprestasi dari setiap gejala yang dialami oleh masing-masing anak sehingga nilai itu dapat diketahui kemungkinan anak terkena reterdasi mental ringan, sedang,berat dan sangat berat.
3.      Dengan adanya penelitian ini, penulis telah merancang suatu aplikasi sistem pakar dengan menggunakan bahasa pemrograman, sehingga dapat membantu pihak yang bersangkutan dalam mengolah data anak yang mengalami reterdasi mental dengan efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
http://www.ilmuskripsi.com/p/daftar-jurnal-sistem-pakar.html (Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IV, Nomor: 3, Agustus 2013) SISTEM PAKAR DALAM MENENTUKAN TINGKAT IQ ANAK YANG MENGALAMI RETERDASI MENTAL DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS: PENDIDIKAN SLB/B KARYA MURNI)

Nama   : Dimas Aditya N
NPM   : 11115909
Kelas   : 3KA04