Total Tayangan Halaman

Sabtu, 28 Januari 2017

Information Technology Infrastructure Library (ITIL)


Information Technology Infrastructure Library (ITIL)





Pengantar



            Infrastruktur IT Perpustakaan (ITIL) memberikan kerangka bimbingan Best Practice untuk IT Service Management dan sejak penciptaannya, ITIL telah tumbuh menjadi pendekatan yang paling diterima secara luas untuk IT Service Management di dunia.

            Panduan kompak ini telah dirancang sebagai gambaran pengantar bagi siapa saja yang memiliki minat dalam atau kebutuhan untuk memahami lebih lanjut tentang tujuan, isi dan cakupan ITIL. Sementara panduan ini memberikan gambaran, rincian lengkap dapat ditemukan dalam publikasi ITIL sebenarnya sendiri. Panduan ini menjelaskan prinsip-prinsip kunci dari IT Service Management dan memberikan gambaran tingkat tinggi dari masing-masing publikasi inti dalam ITIL. 

       

          Pengertian ITIL



                  ITIL atau Information Technology Infrastructure Library (Bahasa Inggris, diterjemahkan Pustaka Infrastruktur Teknologi Informasi), adalah suatu rangkaian konsep dan teknik pengelolaan infrastruktur, pengembangan, serta operasi teknologi informasi (TI). ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan TI. Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya. ITIL memberikan deskripsi detail tentang beberapa praktik TI penting dengan daftar cek, tugas, serta prosedur yang menyeluruh yang dapat disesuaikan dengan segala jenis organisasi TI.

                  Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan).

                  Pada 30 Juni 2007, OGC menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:

  1.  Service Strategy
  2.  Service Design
  3. Service Transition
  4. Service Operation
  5. Continual Service Improvement



Kelima bagian tersebut dikemas dalam bentuk buku, atau biasa disebut sebagai core guidance publications. Setiap buku dalam kelompok utama ini berisi:

  • ·        Practice fundamentals – menjelaskan latar belakang tahapan lifecycle serta kontribusinya terhadap pengelolaan layanan TI secara keseluruhan.
  • ·        Practice principles – menjelaskan konsep-konsep kebijakan serta tata kelola tahanan lifecycle yang menjadi acuan setiap proses terkait dalam tahapan ini.
  • ·        Lifecycle processes and activities – menjelaskan berbagai proses maupun aktivitas yang menjadi kegiatan utama tahapan lifecycle. Misalnya proses financial management dan demand management dalam tahapan Service Strategy.
  • ·        Supporting organization structures and roles – proses-proses ITIL tidak akan dapat berjalan dengan baik tanpa defini roles dan responsibilities. Bagian ini menjelaskan semua aspek yang terkait dengan kesiapan model dan struktur organisasi.
  • ·        Technology considerations – menjelaskan solusi-solusi otomatisasi atau software ITIL yang dapat digunakan pada tahapan lifecycle, serta persyaratannya.
  • ·        Practice Implementation – berisi acuan/panduan bagi organisasi TI yang ingin mengimplementasikan atau yang ingin meningkatkan proses-proses ITIL.
  • ·        Complementary guideline – berisi acuan model-model best practice lain selain ITIL yang dapat digunakan sebagai referensi bagian tahapan lifecycle.
  • ·        Examples and templates – berisi template maupun contoh-contoh pengaplikasian proses.



·         

            Di samping buku-buku dalam core guidance publications, ada juga complementary guidance. Dimana buku-buku dalam kategori nantinya dimaksudkan untuk memberikan model, acuan dan panduan bagi penerapan ITIL pada sektor-sektor tertentu seperti jenis industri tertentu, tipe organisasi serta arsitektur teknologi. Dengan demikian, ITIL akan dapat lebih diterima serta diadaptasi sesuai dengan lingkungan serta behaviour dari setiap organisasi TI.



            ITIL adalah kerangka umum yang menggambarkan Best Practice dalam pengelolaan layanan TI. ITIL menyediakan kerangka kerja untuk tata kelola TI, yang 'pembungkus layanan', dan berfokus pada pengukuran terus-menerus dan peningkatan kualitas layanan TI yang disampaikan, baik dari bisnis dan perspektif pelanggan. Fokus ini merupakan faktor utama dalam keberhasilan ITIL di seluruh dunia dan telah memberikan kontribusi untuk penggunaan produktif dan untuk manfaat utama yang diperoleh organisasi-organisasi mengerahkan teknik dan proses seluruh organisasi mereka.



Beberapa manfaat tersebut meliputi:

  • ·        peningkatan pengguna dan kepuasan pelanggan dengan layanan TI
  • ·        meningkatkan ketersediaan layanan, langsung mengarah ke peningkatan keuntungan bisnis dan pendapatan
  • ·        penghematan keuangan dari berkurangnya pengerjaan ulang, waktu yang hilang, pengelolaan sumber daya dan penggunaan
  • ·        peningkatan waktu ke pasar untuk produk dan layanan baru
  • ·        meningkatkan pengambilan keputusan dan risiko dioptimalkan.



·         

            Pada awalnya dikembangkan di akhir 1980-an oleh Inggris Central Komputer dan Badan Telekomunikasi (CCTA), sekarang dikenal sebagai Kantor Perdagangann Pemerintah (OGC).

            Daripada seperangkat aturan yang kaku, ITIL menyediakan kerangka kerja yang perusahaan dapat beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri. Organisasi tidak perlu melaksanakan setiap proses, hanya mereka yang masuk akal dan cocok dengan cara organisasi ingin melakukan bisnis di masa depan. Beberapa proses dapat ditinggalkan kemudian ketika ulasan pasca pelaksanaan menunjukkan nilai yang terbatas, sementara yang lain dapat dilaksanakan sebagai kesenjangan yang ditemukan. ITIL memecah fungsi IT dalam diskrit, komponen penuh fungsi yang span perusahaan, yang disebut layanan. Layanan ini telah dirancang secara blok bangunan sehingga mereka dapat ditetapkan dengan mudah baik secara internal maupun melalui penggunaan penyedia layanan eksternal. Dalam setiap kasus, praktik terbaik untuk pengiriman layanan diidentifikasi dan mereka ditujukan pada tiga tingkat yang berbeda:

  • ·        Strategis - tujuan jangka panjang dari layanan dan tingkat tinggi kegiatan tertentu yang diperlukan untuk mencapai mereka.
  • ·        Taktis - Proses tertentu yang memandu tugas dan kegiatan yang diperlukan untuk melakukan dan penyediaan layanan.
  • ·        Operasional - eksekusi aktual dari proses untuk memberikan layanan kepada pengguna pelanggan dan akhir. Berhasil menyelesaikan tugas-tugas operasional berarti bahwa tujuan strategis yang dicapai dalam kerangka waktu yang diharapkan.





Siklus Layanan ITIL



               Kelima bagian ITIL yang seperti tersebut di atas biasanya disebut juga sebagai bagian dari sebuah siklus. Dikenal pula dengan sebutan Sikuls Layanan ITIL. Secara singkat, masing-masing bagian dijelaskan sebagai berikut.



·       Service Strategy



Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tetapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle.

               Topik-topik yang dibahas dalam tahapan lifecycle ini mencakup pembentukan pasar untuk menjual layanan, tipe-tipe dan karakteristik penyedia layanan internal maupun eksternal, aset-aset layanan, konsep portofolio layanan serta strategi implementasi keseluruhan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy, di samping topik-topik di atas adalah:

1.          Service Portfolio Management

2.          Financial Management

3.          Demand Management



               Bagi organisasi TI yang baru akan mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk menentukan tujuan/sasaran serta ekspektasi nilai kinerja dalam mengelola layanan TI serta untuk mengidentifikasi, memilih serta memprioritaskan berbagai rencana perbaikan operasional maupun organisasional di dalam organisasi TI.

               Bagi organisasi TI yang saat ini telah mengimplementasikan ITIL, Service Strategy digunakan sebagai panduan untuk melakukan review strategis bagi semua proses dan perangkat (roles, responsibilities, teknologi pendukung, dll) ITSM di organisasinya, serta untuk meningkatkan kapabilitas dari semua proses serta perangkat ITSM tersebut.

               Service Design Agar layanan TI dapat memberikan manfaat kepada pihak bisnis, layanan-layanan TI tersebut harus terlebih dahulu di desain dengan acuan tujuan bisnis dari pelanggan. Service Design memberikan panduan kepada organisasi TI untuk dapat secara sistematis dan best practice mendesain dan membangun layanan TI maupun implementasi ITSM itu sendiri. Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.

Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan.



Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:

1.          Service Catalog Management

2.          Service Level Management

3.          Supplier Management

4.          Capacity Management

5.          Availability Management

6.          IT Service Continuity Management

7.          Information Security Management



·        Service Transition



                   Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang diubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

1.          Transition Planning and Support

2.          Change Management

3.          Service Asset & Configuration Management

4.          Release & Deployment Management

5.          Service Validation

6.          Evaluation

7.          Knowledge Management



·        Service Operation



Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup semua kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat berbagai panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif serta menjamin tingkat kinerja yang telah diperjanjikan dengan pelanggan sebelumnya. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.

Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:

1.      Event Management

2.      Incident Management

3.      Problem Management

4.      Request Fulfillment

5.      Access Management



·        Continual Service Improvement



               Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas, salah satunya adalah Plan-Do-Check-Act (PDCA) atau yang dikenal sebagi Deming Quality Cycle



Sumber






Analisis COBIT 5.0


Analisis COBIT 5.0


                ISACA telah secara resmi mengumumkan bahwa COBIT 5 akan tersedia secara umum pada 12 April 2012. COBIT 5 adalah edisi terbaru dari global ISACA ini diterima TI kerangka tata kelola. Hal ini diharapkan menjadi evolusi yang paling signifikan dalam sejarah 16 tahun kerangka ini. COBIT 5 menyediakan end-to-end pandangan bisnis tata kelola perusahaan IT (GEIT), mencerminkan peran pusat informasi dan teknologi dalam menciptakan nilai bagi bisnis. Prinsip-prinsip, praktek, alat-alat analisis dan model yang ditemukan dalam COBIT 5 mewujudkan pemikiran kepemimpinan dan bimbingan dari bisnis global dan TI pemimpin dan ahli pemerintahan. Analis bisnis harus menjadi akrab dengan kerangka ini, kerangka ini mewujudkan prinsip kunci yang sama dari analisis bisnis, yang memberikan nilai bisnis.

               COBIT telah berkembang secara signifikan sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996 sebagai kerangka audit, dirancang terutama untuk  IS auditor yangb internal. Edisi kedua, diperkenalkan pada tahun 1998, mengubah fokus untuk mengontrol tujuan. Edisi ketiga, yang dirilis pada tahun 2000, menambahkan pedoman manajemen. Kerangka kerja ini menjadi kerangka kerja tata kelola TI ketika versi 4 dirilis pada tahun 2005 dan versi 4.1 memperluas tema ini pada tahun 2007. Tujuan dari COBIT 5 adalah untuk menyediakan kerangka kerja tata kelola TI dan manajemen yang komprehensif sehingga TI dapat memberikan nilai lebih bagi bisnis.

               COBIT 5 menyediakan kerangka kerja yang komprehensif yang membantu perusahaan dalam mencapai tujuan mereka dan memberikan nilai melalui tata kelola dan manajemen perusahaan IT yang efektif. COBIT 5 menyelesaikan ini dengan membantu perusahaan menciptakan nilai yang optimal dari IT dengan menjaga keseimbangan antara mewujudkan manfaat dan mengoptimalkan tingkat risiko dan usia penggunaan sumber daya.

               COBIT 5 menyatukan lima prinsip utama dan tujuh enabler yang memungkinkan suatu perusahaan untuk membangun tata kelola dan manajemen struktur yang efektif yang mengoptimalkan teknologi informasi dan investasi dan menggunakan untuk kepentingan pemegang saham. COBIT 5 prinsip dan enabler generik dan berguna untuk perusahaan dari semua ukuran, baik yang komersial, tidak-untuk-profit atau di sektor publik.

Pertemuan Pemegang Saham Kebutuhan Dalam COBIT 5, kebutuhan stakeholder yang mengalir ke dalam tujuan khusus, ditindaklanjuti dan disesuaikan dalam konteks perusahaan, tujuan TI-terkait dan tujuan enabler.

  1.   Meliputi Perusahaan End-to-End COBIT 5 alamat tata kelola dan manajemen informasi dan teknologi yang terkait dari perspektif end-to-end perusahaan-lebar.
  2.  Menerapkan Tunggal, Kerangka Terpadu COBIT 5 ini dirancang untuk menjadi tata kelola dan manajemen yang menyeluruh kerangka integrator. COBIT 5 sejalan dengan standar yang relevan terbaru dan kerangka kerja yang digunakan oleh perusahaan seperti COSO, COSO ERM, ISO 9000, ISO 31000, ITIL, ISO 38500, TOGAF, PMBOK, PRINCE2 dan CMMI.
  3.  Mengaktifkan Pendekatan Menyeluruh COBIT 5 mengasumsikan tata kelola sistemik dan manajemen melalui set saling berhubungan tujuh enabler.
  4. Prinsip, kebijakan dan kerangka kerja adalah kendaraan untuk menerjemahkan perilaku yang diinginkan ke panduan praktis untuk manajemen sehari-hari.



·        Proses menggambarkan set terorganisir praktek dan kegiatan untuk mencapai tujuan tertentu dan menghasilkan set output dalam mendukung pencapaian keseluruhan tujuan yang berkaitan dengan IT.

·        Struktur organisasi adalah entitas pengambilan keputusan kunci dalam suatu perusahaan.

·        Budaya, etika dan perilaku individu dan perusahaan yang sering diremehkan sebagai faktor keberhasilan dalam kegiatan pemerintahan dan manajemen

·        Informasi diperlukan untuk menjaga jalannya organisasi dan baik diatur, tetapi pada tingkat operasional, informasi sering produk utama dari perusahaan itu sendiri.

·        Jasa, infrastruktur dan aplikasi termasuk infrastruktur, teknologi dan aplikasi yang menyediakan perusahaan dengan pengolahan dan jasa teknologi informasi.

·        Orang, keterampilan dan kompetensi yang diperlukan untuk berhasil menyelesaikan semua kegiatan dan untuk membuat keputusan yang benar dan mengambil tindakan korektif.


5. Memisahkan Governance Dari Manajemen
               The COBIT 5 framework membuat perbedaan yang jelas antara tata kelola dan manajemen. Kedua disiplin melayani tujuan yang berbeda, mencakup berbagai jenis kegiatan, dan memerlukan struktur organisasi yang berbeda. Governance adalah tanggung jawab dewan direksi di bawah kepemimpinan Ketua Dewan. Manajemen adalah tanggung jawab manajemen eksekutif di bawah kepemimpinan CEO.

               Tata Kelola memastikan bahwa tujuan perusahaan tercapai dengan mengevaluasi pemangku kepentingan kebutuhan, kondisi dan pilihan; menetapkan arah melalui prioritas dan pengambilan keputusan; dan pemantauan kinerja, kepatuhan dan kemajuan terhadap arah dan tujuan yang telah disepakati.

               Rencana manajemen, membangun, berjalan dan kegiatan monitor sejalan dengan arah yang ditetapkan oleh badan pemerintahan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Selain prinsip-prinsip GEIT dan enabler, ada banyak perubahan lain dari COBIT 4.1. Versi 5 didasarkan pada model referensi proses revisi dengan domain pemerintahan baru dan beberapa proses baru dan dimodifikasi yang sekarang mencakup kegiatan perusahaan dari end-to-end, termasuk bisnis dan TI daerah fungsi. Selain itu, COBIT 5 mengkonsolidasikan COBIT 4.1, Val IT dan Risk IT dalam kerangka tunggal. Ini telah diperbarui untuk menyelaraskan dengan praktik-seperti terbaik saat ini sebagai ITIL, TOGAF, PMBOK, dan banyak lainnya.

               Menurut ISACA, tujuan COBIT 5 adalah untuk membantu perusahaan menciptakan nilai yang optimal dari IT dengan menjaga keseimbangan antara mewujudkan manfaat dan mengoptimalkan tingkat resiko dan penggunaan sumber daya. Kerangka kerja ini membicarakan baik IT bidang fungsional bisnis dan di suatu perusahaan dan mempertimbangkan kepentingan yang berkaitan dengan IT pemangku kepentingan internal dan eksternal. Perusahaan dari semua ukuran, baik yang komersial, tidak-untuk-profit atau di sektor publik harus dapat manfaat dari COBIT 5 dan memperoleh manfaat sebagai berikut:

  • ·        Memelihara informasi berkualitas tinggi untuk mendukung keputusan bisnis.
  • ·        Mencapai tujuan strategis dan menyadari keuntungan bisnis melalui penggunaan yang efektif dan inovatif IT.
  • ·        Mencapai keunggulan operasional melalui aplikasi handal, efisien teknologi.
  • ·        Menjaga IT terkait risiko pada tingkat yang dapat diterima.
  • ·        Mengoptimalkan biaya layanan IT dan teknologi.
  • ·        Kepatuhan dukungan dengan hukum, peraturan, perjanjian kontrak dan kebijakan.
Sumber
http://enfocussolutions.com/cobit-5-is-coming/
https://cobitonline.isaca.org/about
http://www.qualified-audit-partners.be/user_files/QECB_GLC_COBIT_5_ISACA_s_new_framework_201303.pdf

Kamis, 24 November 2016

Perpustakaan Digital


Perpustakaan adalah suatu ruangan yang didalamnya terdapat begitu banyak buku-buku yang disusun berurutan berdasarkan sistem tertentu untuk digunakan sebagai media mencari ilmu pengetahuan dan wawasan bagi setiap orang. Dengan ilmu dan pengetahuan kita bisa menambah wawasan. Ilmu pengetahuan juga berkembang dengan pesat sehingga makin banyak manusia yang bisa mendapatkan ilmu dan juga wawasan. Inventaris buku pada suatu perpustakaan juga akan semakin bertambah dengan berkembangnya zaman dan bertambahnya waktu.

Perpustakaan digital adalah koleksi tersusun sumber-sumber informasi dalam bentuk digital untuk mendukung penyediaan beasiswa, penelitian, dan pengajara. Dengan menggunakan standar teknologi yang sesuai, perpustakaan digital diciptakan untuk memfasilitasi akses ke sumber informasi dan meneliti sumber informasi dengan menggunakan sumber informasi digital tertentu. (Digital Library Production Guide of the Kentuckiana Digital Library).
Menurut Digital Library Federation pada paragraf pertama, perpustakan digital adalah organisasi yang menyediakan sumber informasi, termasuk staf yang terspesialisasi, untuk memilih, menyusun, menyediakan akses, menginterpretasi, mendistribusikan, mempetahankan integritas, dan memastikan ketergantungan koleksi digital dalam jangka waktu tertentu sehingga sumber informasi yang dimaksud dapat tersedia dan digunakan oleh pengguna perpustakaan.

Fungsi dari Perpustakaan Digital

Ada beberapa fungsi perpustakaan digital yang dibutuhkan oleh banyak pengguna perpustakaan, antara lain :

  1. Untuk mengarsipkan sumber informasi
  2. Untuk mengakui informasi
  3. Untuk memperbaharui pengetahuan
  4. Untuk menganalisa data
  5. Untuk menegaskan identitas
  6. Untuk membantu pengguna terhubung dengan jaringan sosial yang spesifik melalui berbagai forum.
  7. Untuk meningkatkan minat pengguna dengan mendorong partisipasi pengguna dalam pembuatan dan pertukaran pengetahuan.

Penerapan teknologi informasi di perpustakaan dapat difungsikan dalam berbagai bentuk antara lain:



  1. Sebagai Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan.

Biasanya disebut juga dengan Automasi Perpustakaan. Bidang pekerjaan yang biasanya diintegrasikan antara lain pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, sirkulasi bahan pustaka, pengelolaan anggota, statistik dan sebagainya.



  1. Sebagai sarana untuk menyimpan, mendapatkan, dan menyebarluaskan informasi ilmu pengetahuan dalam bentuk Teknologi Informasi.

Biasanya dikenal dengan istilah Perpustakaan Digital.



Contoh Perpustakaan Digital







Flow Chart yang harus di buat sebelum buat Perpustakaan Digital


Daftar Pustaka

http://rizkyisninda.blog.binusian.org/konsep-dan-perencanaan-perpustakaan-digital-2/

Cloud Computing

Secara umum, definisi cloud computing (komputasi awan) merupakan gabungan pemanfaatan teknologi komputer (komputasi) dalam suatu jaringan dengan pengembangan berbasis internet (awan) yang mempunyai fungsi untuk menjalankan program atau aplikasi melalui komputer – komputer yang terkoneksi pada waktu yang sama, tetapi tak semua yang terkonekasi melalui internet menggunakan cloud computing.

Teknologi komputer berbasis sistem Cloud ini merupakan sebuah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat server untuk mengelola data dan juga aplikasi pengguna. Teknologi ini mengizinkan para pengguna untuk menjalankan program tanpa instalasi dan mengizinkan pengguna untuk mengakses data pribadi mereka melalui komputer dengan akses internet.

Manfaat Cloud Computing Serta Penerapan Dalam Kehidupan Sehari – hari

Setelah penjabaran definisi singkat diatas tentu penggunaan teknologi dengan sistem cloud cukup memudahkan pengguna selain dalam hal efisiensi data, juga penghematan biaya. Berikut manfaat manfaat yang dapat dipetik lewat teknologi berbasis sistem cloud.


Salah satu keunggulan teknologi cloud adalah memungkinkan pengguna untuk menyimpan data secara terpusat di satu server berdasarkan layanan yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing itu sendiri. Selain itu, pengguna juga tak perlu repot repot lagi menyediakan infrastruktur seperti data center, media penyimpanan/storage dll karena semua telah tersedia secara virtual.

2.    Keamanan Data

Keamanan data pengguna dapat disimpan dengan aman lewat server yang disediakan oleh penyedia layanan Cloud Computing seperti jaminan platform teknologi, jaminan ISO, data pribadi, dll.

3.    Fleksibilitas dan Skalabilitas yang Tinggi

Teknologi Cloud menawarkan fleksibilitas dengan kemudahan data akses, kapan dan dimanapun kita berada dengan catatan bahwa pengguna (user) terkoneksi dengan internet. Selain itu, pengguna dapat dengan mudah meningkatkan atau mengurangi kapasitas penyimpanan data tanpa perlu membeli peralatan tambahan seperti hardisk. Bahkan salah satu praktisi IT kenamaan dunia, mendiang Steve Jobs mengatakan bahwa membeli memori fisik untuk menyimpan data seperti hardisk merupakan hal yang percuma jika kita dapat menyimpan nya secara virtual/melalui internet.

4.    Investasi Jangka Panjang

Penghematan biaya akan pembelian inventaris seperti infrastruktur, hardisk, dll akan berkurang dikarenakan pengguna akan dikenakan biaya kompensasi rutin per bulan sesuai dengan paket layanan yang telah disepakati dengan penyedia layanan Cloud Computing. Biaya royalti atas lisensi software juga bisa dikurangi karena semua telah dijalankan lewat komputasi berbasis Cloud.

Penerapan Cloud Computing telah dilakukan oleh beberapa perusahaan IT ternama dunia seperti Google lewat aplikasi Google Drive, IBM lewat Blue Cord Initiative, Microsoft melalui sistem operasi nya yang berbasis Cloud Computing, Windows Azure dsb. Di kancah nasional sendiri penerapan teknologi Cloud juga dapat dilihat melalui penggunaan Point of Sale/program kasir.

Salah satu perusahaan yang mengembangkan produknya berbasis dengan sistem Cloud adalah DealPOS. Metode kerja Point of Sale (POS) ini adalah dengan mendistribusikan data penjualan toko retail yang telah diinput oleh kasir ke pemilik toko retail melalui internet dimanapun pemilik toko berada.  Selain itu, perusahaan telekomunikasi ternama nasional, Telkom juga turut mengembangkan sistem komputasi berbasis Cloud ini melalui Telkom Cloud dengan program Telkom VPS dan Telkom Collaboration yang diarahkan untuk pelanggan UKM (Usaha Kecil-Menengah).

Sabtu, 15 Oktober 2016

DBMS BIONIK

ANALISA DBMS BIONIK

DATABASE MANAGEMENT SYSTEM
            Pengertian DBMS (Database Management System)
            DBMS (Database Management System) merupakan sistem pengorganisasian data pada komputer. DBMS (Database Management System) adalah perangkat lunak yang memungkinkan untuk membangun basis data yang berbasis komputerisasi. DBMS (Database Management System) adalah perantara user dengan basis data sehingga dengan adanya DBMS (Database Management System), user akan dengan mudah mencari dan menambahkan informasi pada data base.

            Konsep DBMS (Database Management System)
            Database Management System (DBMS) merupakan paket program (Software) yang dibuat agar memudahkan dan mengefesienkan pemasukan, pengeditan, penghapusan dan pengambilan informasi terhadap database.
            Software yang tergolong kedalam DBMS antara lain, Microsoft SQL, MySQL, Oracle, MS. Access, Sybase, Interbase, Xbase, Firebird, FoxPro, Arago, Visual FoxPro dan lain-lain.

DBMS BIONIK
            Anatomi buatan yg dapat dikontrol oleh otak penggunanya. Secara garis besar dbms bionik adalah bagian-bagian pada sistem manajemen basis data yg dapat dikontrol oleh otak penggunanya yaitu manusia.
Bionik diprediksi merupakan mesin database yang menerapkan hampir semua fungsi tombol langsung di hardware dan membuang software untuk peran sebagian besar manajerial.

            Komponen Utama DBMS
1.      Perangkat Keras
Berupa komputer dan bagian-bagian didalamnya, seperti prosesor, memori & harddisk. Komponen inilah yang melakukan pemrosesan dan juga untuk menyimpan basis data.
2.      Basis Data
Sebuah DBMS dapat memiliki beberapa basis data, setiap basis data dapat berisi sejumlah obyek basis data (file,tabel,indeks dsb). Disamping berisi data,setiap basis data juga menyimpan definisi struktur (baik untuk basis data maupun obyek-obyeknya secara detail).
3.      Perangkat Lunak
Perangkat lunak ini terdiri dari sistem operasi dan perangkat lunak/program pengelola basisdata. Perangkat lunak inilah yang akan menentukan bagaimana data diorganisasi,disimpan, diubah dan diambil kembali. Ia juga menerapkan mekanisme pengamanan data, pemakaian data secara bersama, pemaksaan keakuratan/konsistensi data, dsb.
Contoh perangkat lunak DBMS : MS access, SQL Server, Oracle, Sybase, Interbase, Xbase, Firebird, FoxPro, Arago, Visual FoxPro dsb.
4.      Prosedur
Prosedur memuat aturan-aturan untuk mendisain dan penggunaan database. Para pemakai sistem database  memerlukan dokumentasi prosedur yang berisi cara menggunakan atau menjalankan sistem itu.
5.      Personil
Komponen terakhir adalah personil yang terlibat didalam system

BAHASA DATABASE

            Bahasa database terdiri dari beberapa intruksi yang digabungkan sehIngga dapat diproses oleh DBMS. Perintah atau intruksi tersebut umumnya ditentukan oleh user, adapun bahasa yang digunakan dibagi kedalam 2 (dua) macam diantaranya adalah:

1.      DDL ( Data Definition Language)
DDL atau singkatan dari Data Definition Languange, yaitu dipakai untuk menggambarkan desain dari basis data secara menyeluruh. DDL dapat dipakai untuk membuat tabel baru, memuat indeks, maupun mengubah tabel. Hasil dari kompilasi DDL akan disimpan di kamus data. Itulah definisi dari DDL.
2.      DML (Data Manipulation Language)
DML atau singkatan dari Data Manipulation Language, yaitu dipakai untuk memanipulasi daan pengambilan data pada suatu basis data, misalnya seperti penambahan data yang baru ke dalam suatu basis data, menghapus data pada suatu basis data dan mengubah data pada suatu basis data. Itulah definisi dar DML.

Hirarki Data
Berdasarkan tingkat kompleksitas nilai data, tingkatan data dapat disusun kedalam sebuah hirarki, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling komplek.
Basis Data, merupakan sekumpulan dari bermacam-macam tipe record yang memiliki hubungan antar record.
Berkas/file, merupakan sekumpulan rekaman data yang berkaitan denngan suatu objek.
Record , merupakan sekumpulan field/atribut/data item yang saling berhubungan terhadap obyek tertentu
Fixed Length Record, semua field dalam record memiliki ukuran yang tetap.
Variabel Length Record, field-field dalam record dapat memiliki ukuran berbeda (metode penandaan yang digunakan adalah : end of record marker, indikator panjang, dan tabel posisi record)
Field/Atribut/Data Itemmerupakan unit terkecil yang disebut data,yang tidak dapat dipecah lagi menjadi unit lain yang bermakna.
Fixed Length Field, memiliki ukuran yang tetap.
Variabel Length Fieldfield-field dalam record dapat memiliki ukuran berbeda.byte, adalah bagian terkecil yang dialamatkan dalam memori.

ANALISA DBMS BIONIK
Tren cloud-base “big data” dirintis oleh google, facebook, amazon, dan microsoft, dan komunitas seperti IBM Netezza dan Oracle Exadata telah merespon tren ini, untuk meningkatkan operasi managemen data dengan kustom atau semi-kustom hardware. Pengerjaannya terfokus pada gaya perhitungan dataflow dan streaming domain, contohnya Online Transaction Processing (OLTP).
Kita dapat memperkirakan system masa depan akan seluruhnya menggunakan software untuk koordinasi penggunaan dan interaksi unit hardware.

·         Dark Silikon
Efek yang ditimbulkan oleh dark silicon :
Penolakan skala power untuk beberapa saat desain multicore menyebabkan paralellisme dari software, akibatnya task mengalami ketidak seimbangan karena data dibagi ke banyak core.
akibat desakan power akan memaksa pertumbuhan fraction pada hardware offline walau pernah digunakan software.
·         Latensitas dan Kontrol Aliran
Hardware Kustom kemampuannya kurang dalam Aliran Kontrol sering gagal dalam mengekstrak Aliran Kontrol Dinamis dari Aplikasi Programing. Sebenarnya hardware unggul dalam Aliran kontrol global ‘Finite State Automaton(FSA)’, ‘khusunya Non-deterministic Finite State Automaton(NFSA)’, dengan mempekerjakan paralelisme dari hardware untuk efek yang lebih baik. Dari gaya aliran kontrol Neuman: low-dimensional projection dari bagian pokok mesin memberikan beberapa keuntungan. Akselerasi efektif dari Aliran kontrol butuh identifikasi proses abstrak dan memetakan high-dimensional projection ke hardware. Pencarian OLTP(Online Transaction Processing) seperti B+Tree Probe dan logging tersugesti banyaknya pelekatan yang kurang efektif dari pengangkatan OLTP akibat kurangnya pemetaan ke software.
·         BIONIC Transaction Processing
Target system konkret, berdasar pemberian mesin HC-2 yang mengkombin Field-Programable Gate Array(FPGA) dengan intel prosessor modern sistem arsitekturnya seperti Figure2.
Performa tinggi FPGA dengan direct akses ke disk dan ke tampungan lokal memori maka sisi memori FPGA tidak tercache, tapi terurai berai, memori kontroler mengirim bandwidth 80GBps untuk request random 64-bit, sangat membantu dalam beban dengan lokalitas rendah. FPGA dan sisi host memori saling melekat dan mudah diakses oleh CPU atau FPGA lain, melalui PCI bus menyebabkan efek NUMA yang parah(2µs bolak-balik). Karakteristik ini memerintah FPGA menangani banyak manipulasi data dan bahwa komunikasi CPU/FPGA haruslah tidak sinkron. PCI bus menyediakan bandwidth yang cukup untuk suport beban OLTP dan gaya penyaringan Netezza memudahkan masalah bandwidth untuk queri-queri, tujuannya untuk mengikat segudang sumber latensi yang kecil dan dibongkar ke power efisien.

KESIMPULAN
DBMS sangat membantu pengguna untuk urusan usaha ataupun bisnisnya karena jika kita menggunakan DBMS ini kita dapat dengan mudah mengolah suatu data,baik mau memberikan hak akses untuk pengguna maupun mengatur jalannya suatu data.
Penyimpanan data dalam bentuk DBMS ini mempunyai banyak kelebihan, diantaranya:

1.      Performance yang di dapat dengan penyimpanan dalam bentuk DBMS cukup besar. Disamping memiliki unjuk kerja yang lebih baik, juga akan didapatkan efisiensi penggunaan media penyimpanan dan memori.

2.      Perubahan struktur database dimungkinkan terjadi tanpa harus mengubah aplikasi yang mengaksesnya sehingga pembuatan antarmuka ke dalam data akan lebih mudah dengan penggunaan DBMS.
3.      Data yang terpusat akan mempermudah pengelolaan database. kemudahan di dalam melakukan bagi pakai dengan DBMS dan juga kekonsistenan data yang diakses secara bersama-sama akan lebiih terjamin dari pada data disimpan dalam bentuk file atau worksheet yang tersebar.

4.      DBMS memiliki sistem keamanan yang lebih fleksibel daripada pengamanan pada file sistem operasi. Keamanan dalam DBMS akan memberikan keluwesan dalam pemberian hak akses kepada pengguna.

REFERENSI DAN SUMBER

http://mekhanaiwawai.blogspot.co.id/2016/10/analisa-dbms.html