Total Tayangan Halaman

Kamis, 21 Maret 2019

TUGAS 1 BAHASA INGGRIS BISNIS 2

TOEFL
Test of English as a Foreign Language (TOEFL /ˈtoʊfəl/ TOH-fəl) is a standardized test to measure the English language ability of non-native speakers wishing to enroll in English-speaking universities. The test is accepted by many English-speaking academic and professional institutions. TOEFL is one of the two major English-language tests in the world, the other being the IELTS.
TOEFL is a trademark of the Educational Testing Service (ETS), a private non-profit organization, which designs and administers the tests. ETS issues official score reports, sent independently to institutions, for two years following the test.
Institutional Testing Program (ITP)
TOEFL ITP ("ITP" stands for "Institutional Testing Program") tests are paper-based and use academic content to evaluate the English-language proficiency of non-native English speakers. The tests use new and previously administered TOEFL test questions and are used for placement, progress, evaluation, exit testing and other situations. The test scores, format and content of the test matches the "TOEFL PBT", with the exception of not including the TWE (Test of Written Expression).
Unlike the TOEFL iBT and PBT tests, TOEFL ITP tests are administered by the institution and for internal use. It should not replace the need for the TOEFL iBT test, which is administered securely and includes Speaking and Writing components. There are two levels of TOEFL ITP: Level 1 (intermediate to advanced) and Level 2 (high beginning to intermediate).TOEFL ITP scores are mapped to the CEFR and test takers are provided with a certificate of achievement.
Internet - Based Test (iBT)
The TOEFL iBT exam is given online through the Internet at designated testing sites. It is recommended that you have basic typing skills in order to complete this exam in a timely manner. This exam measures writing, reading, listening, and speaking skills. The test is administered very frequently throughout the year at various locations. The test takes about 3-4 hours to complete. This format of the exam is generally the only option students will have at most locations where they will be taking the TOEFL exam.

Rabu, 24 Oktober 2018

ANALISIS JURNAL “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERORIENTASI OBJEK”

ANALISIS JURNAL “SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PEMBELAJARAN BERORIENTASI OBJEK”

Analisis sistem adalah tehnik memecahkan masalah dengan membagi setiap komponen,dimana kompenen tersebut akan dilihat kemampuannya dalam bekerja dalam mencapai tujuan sistem.
Pada proses pembelajaran ini, dosen juga perlu melakukan evaluasi kepada mahasiswa di kelasnya. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa terhadap materi yang disampaikan.  Selanjutnya, proses evaluasi atau memberi nilai masih dikerjakan secara manual atau dicek satu per satu. Hal ini menyebabkan proses evaluasi lama dan kurang valid. Permasalahan yang muncul adalah sulitnya mencari materi atau buku pegangan. Ada suatu solusi dari permasalahan di atas. Solusi tersebut melibatkan teknologi informasi sebagai sarana. Salah satu bagian dari teknologi informasi ini adalah adanya Sistem Informasi manajemen. Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sistem yang mengolah serta mengorganisasikan data dan informasi yang berguna untuk mendukung pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi. Solusi untuk permasalahan ini adalah menggunakan pendekatan berorientasi objek. Hasil penelitian ini masih dalam bentuk prototipe, tetapi prototipe tersebut diharapkan juga menjadi bahan acuan untuk pengembangan kedepannya.
Penelitian ini bertipe ekspreimen. Penelitian eksperimen merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subjek [7]. Dengan kata lain penelitian eksperimen mencoba meneliti ada tidaknya hubungan sebab akibat. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau lebih kelompok eksperimen yang diberi perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Data-data yang dibutuhkan dalam penelitian ini dikumpulkan dengan beeberapa metode [7]. Metode-metode ini adalah sebagai berikut:
1.   Wawancara Wawancara adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam.
2.      Observasi Observasi atau pengamatan  kegiatan adalah setiap kegiatan untuk melakukan pengukuran, pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengjukan pertanyaan-pertanyaan.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Adapun tujuan analisis data kualitatif adalah mencari makna dibalik data yang melalui pengakuan subyek pelakunya [7]. Peneliti dihadapkan kepada berbagai objek penelitian yang semuanya mengahasilkan data yang membutuhkan analisis. Data yang didapat dari obyek penelitian memiliki kaitan yang masih belum jelas. Oleh karenanya, analisis diperlukan untuk mengungkap kaitan tersebut secara jelas sehingga menjadi pemahaman umum.
Pada penelitian ini menggunakan model proses inkremen. Incremental model adalah model pengembangan sistem pada rekayasa perangkat lunak berdasarkan kebutungna perangkat lunak yang dipecah menjadi beberapa fungsi atau bagian sehingga model pengembangannya secara bertahap [3]. Dilain pihak ada yang  mengartikan model incremental sebagai  perbaikan dari model waterfall dan sebagai standar pendekatan topdown. Layaknya Model Waterfall, model ini pun juga memiliki tahapan tahapan untuk perancangan perangkat lunaknya, yaitu:
1.      Requirement adalah proses tahapan awal yang dilakukan pada incremental model adalah penentuan kebutuhan atau analisis kebutuhan.
2.      Specification adalah proses spesifikasi dimana menggunakan analisis kebutuhan sebagai acuannya.
3.  Architecture Design adalah tahap selanjutnya, perancangan software yang terbuka agar dapat diterapkan sistem pembangunan per-bagian pada tahapan selanjutnya.
4.      Code setelah melakukan proses desain selanjutnya ada pengkodean.
5.      Test merupakan tahap pengujian dalam model ini.
Tahapan-tahapan tersebut dilakukan secara berurutan. Setiap bagian yang sudah selesai dilakukan testing, dikirim ke pemakai untuk langsung dapat digunakan. Pada incremental model, tiga tahapan awal harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum sebelum tahap membangun tiap increment. Untuk mengantisipasi kondisi yang terjadi pada incremental model, diperkenalkan model More Risky Incremental Model. Model ini menerapkan sistem kerja yang paralel. Setelah daftar kebutuhan didapatkan dari pemakai, tim spesifikasi membuat spesifikasi untuk modul pertama. Setelah spesifikasi pertama selesai, tim desain menindak lanjuti. Tim spesifikasi sebelumnya juga langsung membuat spesifikasi untuk model kedua, dan seterusnya. Jadi, tidak harus menunggu modul pertama selesai hingga dikirim ke user.
KESIMPULAN
Pada penelitian ini terdapat beberapa simpulan dari aktivitas yang telah dilakukan sesuai metode penelitian. Beberapa simpulan tersebut adalah Sistem dibangun dengan analisis dan perancangan berorientasi Objek.Pendekatan berorientasi objek memiliki keunggulan dalam 3 aspek yaitu enkapsulasi data, pewarisan, dan polimorfisme. Sistem memiliki 3 kriteria pengguna yaitu dosen, mahasiswa, dan operator serta sistem dibangun berbasis website.
SARAN
            Dibuatkan sistem keamanan untuk soal yang akan diupload menggunakan enkripsi agar soal tidak mudah bocor pada mahasiswa yang akan mengikuti ujian.

Sumber : http://ejournal2.unsri.ac.id/index.php/jsi/article/view/5136

Rabu, 06 Juni 2018

Animasi Camp Fire Dengan Unity 3D


       Animasi ini dibuat menggunakan aplikasi Unity 3d, beberapa component di dalamnya terdapat pohon, pasir, bulan, dan objek utamanya adalah camp fire atau api unggun. Animasi ini menggunakan camera movement agar terlihat lebih real dan dengan angin yang meniup pohon dan membuat pohon tersebut bergerak. Objek objek di dalamnya seperti pohon api dan lain lain di dapat dari asset yang sudah ada di dalam Unity 3d tersebut.

Minggu, 17 Desember 2017

 SISTEM PAKAR DALAM MENENTUKAN TINGKAT IQ ANAK YANG MENGALAMI RETERDASI MENTAL DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR

Latar Belakang
Sistem pakar merupakan program komputer yang meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar dalam menyelesaikan suatu masalah tertentu. Implementasi sistem pakar dapat diterapkan dalam dunia kesehatan Salah satu implementasinya yaitu sistem pakar untuk menentukan tingkat IQ (Intelligence Quotient) pada anak.
Metode sistem pakar yang biasa digunakan adalah metode bayes, yaitu: suatu metode untuk menghasilkan estimasi parameter dengan menggabungkan informasi dari sampel dan informasi lain yang tersedia sebelumnya. Adapun metode forward chaining yang mendapatkan kesimpulan dari fakta-fakta tersebut, namun pada kasus ini metode yang digunakan menggunakan metode certainty factor.
Tujuan pembuatan jurnal
Tujuan dari pembuatan jurnal ini adalah untuk memberitahukan sistem pakar/software yang dapat menentukan anak yang mengalami reterdasi mental dengan mudah karna dapat menggunakan aplikasi ini dimana saja tanpa harus pergi ke seorang ahli atau dokter.
Metode yang dipakai
Metode yang dipakai menggunakan metode certainty factor, Certainty Factor adalah suatu metode untuk membuktikan apakah suatu fakta itu pasti ataukah tidak pasti yang berbentuk metric yang biasanya digunakan dalam sistem pakar.
Pembahasan singkat
Retardasi mental adalah kelainan atau kelemahan jiwa dengan inteligensi yang kurang (subnormal) sejak masa perkembangan (sejak lahir atau sejak masa anak). Biasanya terdapat perkembangan mental yang kurang secara keseluruhan, tetapi gejala yang utama ialah inteligensi yang terbelakang.Dari test wechsler dapat diklasifikasikan retardasi ringan memiliki IQ skala 55-59 dengan ciri tidak dapat berfikir secara abstrak dan hanya hal – hal konkret yang bisa dipahami, lalu reterdasi sedang memiliki IQ 40- 54 dengan ciri masih didapat kelainan kongenital, reterdasi berat memiliki IQ 25-39 dengan cirimudah terserang penyakit,gerakan motorik terganggu dan perkembangan fisik,dan berbicara terlambat. Lalu yang terakhir reterdasi sangat berat IQ kurang dari 24 dengan ciri tidak dapat merawat dirinya sendiri ,tidak dapat banyak berkata biasanya hanya bisa mengucapkan 1 kata (pa,ma).
Pada sistem pakar ini seorang siswa dapat menginput data gejal yang ada pada software tersebut dalam bentuk pilihan yang tersedia lalu menginput opsi jawaban atau pilihan tersebut,dan sistem akan menganalisa. Analisa merupakan metode yang digunakan untuk menguji, menilai dan memahami, sistem pemikiran yang kompleks dengan memecahkannya ke dalam unsur yang lebih sedarhana sehingga hubungan antara unsur-unsur itu menjadi jelas. Analisa yang digunakan menggunakan metode certainty factor dengan rumus:
MB(H,E)S = max[p (H | E),p (H )]- p (H  ) / max[1,0] – p(H)
MD(H,E) = min[ p(H |E ),p (H )] - p(H ) / min[1,0] – p(H)
Ket:
MB(H,E) = measure of disbelief, (ukuran kepercayaan).
MD(H,E) = measure of disbelief, (ukuran ketidak percayaan)
P(H) = probabilitas kebenaran hipotesis H.
P(H|E) = probabilitas bahwa H benar karena fakta E.
Dengan analisa menggunakan metode certainty factor maka siswa atau pemakai software ini mendapatkan hasil nya dengan keterangan diagnosa yang dia alami apakah mengalami reterdasi mental ringan,sedang,berat,atau sangat berat.
Saran untuk aplikasi
Dari hasil diagnosa yang ada pada contoh di aplikasi jurnal tersebut masih kurangnya penjelasan yang mudah dimengerti ,akan lebih baiknya jika hasil diagnosa pada aplikasi tersebut menjelaskan lebih rinci lagi dan perlunya pemaparan yang rinci dalam mendapatkan nilai CF, mugkin bisa dengan menambah menu bar “penjelasan/pemaparan” untuk menjelaskan bagaimana siswa atau pengguna aplikasi tersebut mendapatkan nilai certainty faktor yang menentukan reterdasi mental.
Kesimpulan
1.      Dengan adanya penelitian ini, penulis dapat menentukan tingkat IQ anak yang mengalami reterdasi mental berdasarkan gejala-gejala yang dialami oleh masing-masing anak.
2.      Dengan penerapan metode certainty factor menghasilkan nilai interprestasi dari setiap gejala yang dialami oleh masing-masing anak sehingga nilai itu dapat diketahui kemungkinan anak terkena reterdasi mental ringan, sedang,berat dan sangat berat.
3.      Dengan adanya penelitian ini, penulis telah merancang suatu aplikasi sistem pakar dengan menggunakan bahasa pemrograman, sehingga dapat membantu pihak yang bersangkutan dalam mengolah data anak yang mengalami reterdasi mental dengan efektif dan efisien.
Daftar Pustaka
http://www.ilmuskripsi.com/p/daftar-jurnal-sistem-pakar.html (Pelita Informatika Budi Darma, Volume : IV, Nomor: 3, Agustus 2013) SISTEM PAKAR DALAM MENENTUKAN TINGKAT IQ ANAK YANG MENGALAMI RETERDASI MENTAL DENGAN METODE CERTAINTY FACTOR (STUDI KASUS: PENDIDIKAN SLB/B KARYA MURNI)

Nama   : Dimas Aditya N
NPM   : 11115909
Kelas   : 3KA04

Rabu, 01 November 2017

SISTEM PAKAR

SISTEM PAKAR

Pengertian Sistem Pakar
Sistem Pakar(dalam bahasa Inggris :expert system) adalah sistem informasi yang berisi dengan pengetahuan dari pakar sehingga dapat digunakan untuk konsultasi. Pengetahuan dari pakar di dalam sistem ini digunakan sebagi dasar oleh Sistem Pakar untuk menjawab pertanyaan (konsultasi).
Kepakaran (expertise) adalah pengetahuan yang ekstensif dan spesifik yang diperoleh melalui rangkaian pelatihan, membaca, dan pengalaman. Pengetahuan membuat pakar dapat mengambil keputusan secara lebih baik dan lebih cepat daripada non-pakar dalam memecahkan problem yang kompleks. Kepakaran mempunyai sifat berjenjang, pakar top memiliki pengetahuan lebih banyak daripada pakar yunior. Tujuan Sistem Pakar adalah untuk mentransfer kepakaran dari seorang pakar ke komputer, kemudian ke orang lain (yang bukan pakar).
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang mengandung pengetahuan dari satu atau lebih pakar manusia mengenai suatu bidang spesifik. Jenis program ini pertama kali dikembangkan oleh periset kecerdasan buatan pada dasawarsa 1960-an dan 1970-an dan diterapkan secara komersial selama 1980-an. Bentuk umum sistem pakar adalah suatu program yang dibuat berdasarkan suatu set aturan yang menganalisis informasi (biasanya diberikan oleh pengguna suatu sistem) mengenai suatu kelas masalah spesifik serta analisis matematis dari masalah tersebut. Tergantung dari desainnya, sistem pakar juga mampu merekomendasikan suatu rangkaian tindakan pengguna untuk dapat menerapkan koreksi. Sistem ini memanfaatkan kapabilitas penalaran untuk mencapai suatu simpulan.
Tujuan Sistem Pakar
            Tujuan dari sistem pakar adalah untuk memindahkan kemampuan (transferring expertise) dari seorang ahli atau sumber keahlian yang lain ke dalam komputer dan kemudian memindahkannya dari komputer kepada pemakai yang tidak ahli (bukan pakar). Proses ini meliputi empat aktivitas yaitu:
1.      Akuisi pengetahuan (knowledge acquisition) yaitu kegiatan mencari dan mengumpulkan pengetahuan dari para ahli atau sumber keahlian yang lain.
2.      Representasi pengetahuan (knowledge representation) adalah kegiatan menyimpan dan mengatur penyimpanan pengetahuan yang diperoleh dalam komputer. Pengetahuan berupa fakta dan aturan disimpandalam komputer sebagai sebuah komponen yang disebut basis pengetahuan.
3.      Inferensi pengetahuan (knowledge inferencing) adalah kegiatan melakukan inferensi berdasarkan pengetahuan yang telah disimpan didalam komputer.
4.      Pemindahan pengetahuan (knowledge transfer) adalah kegiatan pemindahan pengetahuan dari komputer ke pemakai yang tidak ahli.
Manfaat Sistem Pakar
Mengapa Sistem Pakar menjadi sangat populer? Hal ini disebabkan oleh sangat banyaknya kemampuan dan manfaat yang diberikan oleh Sistem Pakar, di antaranya:
a.       Meningkatkan output dan produktivitas, karena Sistem Pakar dapat bekerja lebih cepat dari manusia.
b.      Meningkatkan kualitas, dengan memberi nasehat yang konsisten dan mengurangi kesalahan.
c.       Mampu menangkap kepakaran yang sangat terbatas.
d.      Dapat beroperasi di lingkungan yang berbahaya.
e.       Memudahkan akses ke pengetahuan.
f.       Handal. Sistem Pakar tidak pernah menjadi bosan dan kelelahan atau sakit. Sistem Pakar juga secara konsisten melihat semua detil dan tidak akan melewatkan informasi yang relevan dan solusi yang potensial.
g.      Meningkatkan kapabilitas sistem terkomputerisasi yang lain. Integrasi Sistem Pakar dengan sistem komputer lain membuat lebih efektif, dan mencakup lebih banyak aplikasi .
h.      Mampu bekerja dengan informasi yang tidak lengkap atau tidak pasti. Berbeda dengan sistem komputer konvensional, Sistem Pakar dapat bekerja dengan inofrmasi yang tidak lengkap. Pengguna dapat merespon dengan: “tidak tahu” atau “tidak yakin” pada satu atau lebih pertanyaan selama konsultasi, dan Sistem Pakar tetap akan memberikan jawabannya.
i.        Mampu menyediakan pelatihan. Pengguna pemula yang bekerja dengan Sistem Pakar akan menjadi lebih berpengalaman. Fasilitas penjelas dapat berfungsi sebagai guru.
j.        Meningkatkan kemampuan problem solving, karena mengambil sumber pengetahuan dari banyak pakar.
k.      Meniadakan kebutuhan perangkat yang mahal.
l.        Fleksibel.
Penerapan Sistem Pakar Dari Berbagai Bidang
Aplikasi Sistem Pakar di Bidang Kesehatan
Pengembangan sebuah sistem pakar dapat dilakukan dengan 2 cara. Cara pertama adalah dengan membangun sendiri semua komponen di atas, sedangkan cara kedua adalah dengan memakai semua komponen yang sudah ada, kecuali isi basis pengetahuan. Penggunaan cara kedua disebut sebagai membangun sistem pakar dengan shell.
E2gLite adalah sebuah shell sistem pakar yang dikembangkan oleh Expertise2Go yang berbasis internet dan dilengkapi applet Java. E2gLite memberikan kemudahan dalam hal pembangunan sistem pakar serta pelaksanaan konsultasi oleh pengguna. Basis pengetahuan berupa file teks yang berisi fakta dan aturan yang dapat dibuat dengan editor teks dan disimpan sebagai file *.kb, sedangkan pengguna cukup menggunakan browser umum yang memiliki fitur Java seperti Netscape Navigator dan Internet Explorer. Jika Internet Explorer yang terinstall tidak mempunyai fitur Java, dapat ditambah dengan menginstall Microsoft Virtual Machine Proxy Server. E2gLite dapat didownload dari http://www.Expertise2go.com secara gratis.
Kelebihan e2gLite terletak pada kemudahan akses dan penggunaannya. Kemudahan akses, karena e2gLite yang berisi applet Java dan basis pengetahuan dapat didownload ke browser pengguna. Kemudahan penggunaan, karena suatu applet Java sangat mudah untuk diikutsertakan didalam sebuah halaman web sebagai objek grafis, dan dapat disisipkan ke dalam sebuah sel dalam tabel HTML untuk memfasilitasi pengaturan halaman secara fleksibel serta integrasi sistem pakar dengan halaman web yang lain. Namun demikian e2gLite juga memiliki kekurangan, antara lain waktu startup yang lama, sehingga lebih cocok untuk sistem pakar berskala kecil dengan basis pengetahuan yang mengandung kurang dari 100 aturan.
Kekurangan kedua, adalah basis pengetahuan yang berupa file teks dapat dibaca oleh siapapun karena bersifat publik atau dapat diakses oleh siapapun. Dengan demikian desain dari basis pengetahuan sistem pakar yang dibuat tidak dapat dijaga kerahasiaannya. Kekurangan lainnya berhubungan dengan kompatibilitas browser. Microsoft telah mengumumkan pemisahan antara JVM (Java Virtual Machine) dari versi Internet Explorer yang diinstall mulai sistem operasi Windows XP. Hal ini akan menyebabkan semua halaman web yang mengandung applet menjadi gagal untuk diakses, kecuali pengguna secara khusus menginstall JVM.
Terdapat beberapa teknik representasi pengetahuan yang biasa digunakan dalam pengembangan suatu sistem pakar, yaitu Implementasi sistem pakar banyak digunakan untuk kepentingan komersial karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar dalam bidang tertentu ke dalam suatu program, sehingga dapat memberikan keputusan dan melakukan beberapa saran yang dapat diberikan untuk pengembangan penelitian selanjutnya, tampilan dari aplikasi diagnosis penyakit hepatitis ini masih terbatas, sehingga untuk pengembangan selanjutnya tampilan dari usaha untuk merumuskan definisi Teknologi pendidikan secara terorganisasi dimulai sejak tahun 1960. Definisi tersebut telahbeberapa kali diperbaharui, dan tiap kali diberi arah baru bagi bidang tersebut. Hasil analisis bersama ini Perusahaan Penerbangan Pemasaran taktik (merek dagang disingkat AMT) adalah sebuah sistem komputer yang terbuat dari berbagai teknologi cerdas termasuk sistem pakar. Sebuah jaringan saraf feedforward terintegrasi dengan AMT dan dilatih menggunakan Perusahaan HNC, didirikan oleh Robert Hecht-Nielsen, telah mengembangkanbeberapa aplikasi jaringan syaraf. Salah satunya adalah Kredit Scoring sistem yang meningkatkan keuntungan dari model yang ada sampai dengan 27%.

Aplikasi Sistem Pakar di bidang Manajerial
1.      Analisis
·         Interpretasi
·         Analisa pasar untuk komoditi tertentu
·         Identifikasi media iklan yang sesuai
·         Identifikasi kebutuhan pelatihan
·         Diagnostik
·         Diagnosa kelesuan perusahaan dan usaha penyembuhan
2.      Sintesa
·         Penarikan tenaga kerja
·         Strategi penentuan harga
·         Strategi pengembangan produk
3.      Integrasi
·         Prediksi perkembangan nilai pada bursa saham efek
Salah satu bagian dari Sistem Pakar adalah kemampuan untuk menjelaskan sebuah pemikiran. Pada saat sistem ini mengingat rantai pemikiran logisnya, seorang pemakai boleh meminta suatu penjelasan dari suatu masalah dan sistem akan meberikan beberapa faktor yang berhubungan dengan masalah yang ditanyakan oleh pengguna itu. Bagian ini meningkatkan kepercayaan para pemakai didalam memecahkan masalah menggunakan Sistem Pakar.
Aplikasi Sistem Pakar Dalam Bidang Farmakologi Dan Terapi
Implementasi sistem pakar dalam bidang farmakologidan terapi sebagai pendukung pengambilan keputusan berbasis web dibuat dengan dasar pemikiran sebagai berikut : farmakologi dan terapi merupakan suatu sistem yang besar dan komplek. Tugas farmakologi dan terapi adalah mencari dasar penggunaan obat secara rasional untuk tindakan medis yang tepat, cepat dan akurat pada saat diperlukan. Dasar penggunaan obat tersebut disesuaikan dengan diagnosis penyakit yang dilakukan secara cermat berdasarkan keluhan-keluhan yang dirasakan oleh pasien. Implementasi farmakologi dan terapi di lapangan secara konvensional dituangkan dalam buku panduan yang dikeluarkan oleh dokter yang bersangkutan dan dilaksanakan oleh pihak-pihak yang bertanggungjawab terhadap masalah farmakologi dan terapi. Kenyataannya dengan menggunakan buku panduan terdapat beberapa kelemahan diantaranya :
·         Prosedur yang tertulis sangat baku sehingga memasung inovasi dan improvisasi operator.
·         Perlu dilakukan revisi secara berkala menyesuaikan kondisi yang ada.
·         Kurang komunikatif bagi para operator yang belum berpengalaman.
Kelemahan seperti ini menyebabkan tidak jarang para operator melaksanakan tugasnya hanya didasarkan pada pengetahuannya masing-masing, padahal tidak ada jaminan mereka memiliki kemampuan yang sama (Prakasa, 1996), khususnya dalam hal farmakologi dan terapi. Oleh karena itu perlu dibuat suatu sistem pengolah informasi yang berkecerdasan untuk membantu tugastugas dokter dalam mendiagnosis suatu penyakit pada saat diperlukan untuk kemudian diambil keputusan penggunaan obat yang sesuai.
Implementasi sistem pakar dalam bidang farmakologi dan terapi sebagai pendukung pengambilan keputusan berbasis web diharapkan dapat digunakan untuk mendukung terciptanya sistem informasi berkecerdasan berbasis komputer dalam bidang kesehatan yang
mendudukkan paramedis non dokter dan mahasiswa kedokteran sebagai dokter pada saat diperlukan dan membantu tugas-tugas dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat.
Secara garis besar sistem pakar dalam bidang farmakologi dan terapi dibuat dengan tuntutan untuk melakukan tugas sebagai berikut : (1). Mengambil datadata hasil pemeriksaan kondisi pasien, (2). Memasukan dan membandingkan data-data tersebut ke dalam kaidahkaidah yang telah dituliskan dalam basis pengetahuan, (3). Mendeskripsikan kondisi pasien berdasarkan kesimpulan yang didapat dari hasil membandingkan seperti yang telah dilakukan pada tugas (2).
Deskripsi kondisi pasien sebagai output sistem pakar dalam bidang farmakologi dan terapi memuat kondisi umum pasien, diagnosis penyakit dan terapi-terapi yang dapat dilakukan, baik dengan obat, herbal maupun suplemen.
Implementasi sistem pakar dalam bidang farmakologi dan terapi sebagai pendukung pengambilan keputusan berbasis web merupakan suatu program yang terdiri dari dua jenis program. Kedua jenis program tersebut adalah program konvensional dan program sistem pakar. Program konvensional digunakan untuk proses iterasi dan untuk mengolah basis data, sedangkan program sistem pakar digunakan dalam proses inferensial dan untuk mengolah basis pengetahuan. Kemudian Implementasi sistem pakar dalam bidang farmakologi dan terapi sebagai Sistem Pakar (Expert System) adalah usaha untuk menirukan seorang pakar. Biasanya Sistem Pakar berupa perangkat lunak pengambil keputusan yang mampu mencapai tingkat performa yang sebanding seorang pakar dalam bidang problem yang Pembuatan Sistem Pakar membutuhkan waktu dan biaya yang banyak. Untuk menghindari kegagalan yang memalukan dan kerugian yang besar, maka dibuatbeberapa pedoman untuk menentukan apakah SistemPakar cocok untuk memecahkan suatu problem.
Aplikasi Sistem Pakar Dalam Bidang Psikologis
Salah satu implementasi yang diterapkan sistem pakar dalam bidang psikologi, yaitu untuk sistem pakar menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak. Anak-anak merupakan fase yang paling rentan dan sangat perlu diperhatikan satu demi satu tahapan perkembangannya. Contoh satu bentuk gangguan perkembangan adalah conduct disorder. Conduct disorder adalah satu kelainan perilaku dimana anak sulit membedakan benar salah atau baik dan buruk, sehingga anak merasa tidak bersalah walaupun sudah berbuat kesalahan. Dampaknya akan sangat buruk bagi perkembangan sosial anak tersebut. Oleh karena itu dibangun suatu sistem pakar yang dapat membantu para pakar/psikolog anak untuk menentukan jenis gangguan perkembangan pada anak dengan menggunakan metode Certainty Factor (CF).
Contoh lain implementasinya adalah tes kepribadian. aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini, lebih mudah dan lebih cepat dalam proses pengukuran kepribadian dibandingkan metode terdahulu, sehingga memberikan banyak keuntungan dari segi penghematan waktu, tenaga, dan memudahkan kinerja user (pemakai) dalam mengukur kepribadiannya masing-masing. Selain itu aplikasi tes kepribadian ini dikemas dengan tampilan yang cukup menarik.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui ukuran kepribadiannya, mereka dapat menggunakan aplikasi ini sebagai referensi, dan bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa psikologi, aplikasi ini dapat dijadikan tambahan untuk mendukung studi mereka terutama untuk sub bidang pengukuran kepribadian.
Namun demikian, aplikasi tes kepribadian berbasiskan sistem pakar ini tidak bisa menggantikan seorang ahli karena dia pakar di bidangnya. Aplikasi sistem pakar ini hanyalah alat bantu yang sangat bergantung pada data-data yang di-input oleh seorang programmer sehingga aplikasi sistem pakar ini haruslah selalu dikembangkan.
Tools yang disediakan oleh Visual Basic.NET 2008 sudah sangat mengakomodir dalam proses pembuatan aplikasi ini. Selain itu, Visual Basic.NET 2008 dapat dengan baik melakukan koneksi database ke sql server.
Aplikasi Sistem Pakar di Bidang Sosial Budaya
System pakar sangat erat kaitannya dengan social budaya. Bidang social yang sangat berkaitan dengan system pakar adalah psikologi. Karena ilmu psikologi bisa memanfaatkan system pakar untuk memberikan solusi dari beberapa sifat yang dimiliki oleh seseorang tanpa menggunakan psikolog.
Hal tersebut sangat membantu karena estimasi waktu untuk pemikiran solusi bagi seseorang bisa dilakukan sesingkat mungkin. Ada suatu kasus, seorang anak sangat bergantung pada kehidupan internet. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan mengingat bahwa banyak situs yang menampilkan berbagai test EQ maupun IQ.
Selain itu teknologi dunia maya ini memberikan banyak kesempatan kepada individu untuk mengekspresikan diri secara unik. Namun demikian para Psikolog berpendapat, kalau seseorang gagal mengintegrasikan antara diri sejati dengan diri yang diekspresikan secara berbeda di internet, maka hal ini akan sangat berbahaya bagi pertumbuhan pribadi orang tersebut. Mengenai dampak internet sebagai alat explorasi diri, para Psikolog memandang hal tersebut tergantung dari pribadi si penggunanya.
Tentu internet akan bermanfaat jika mampu meningkatkan kehidupan seseorang, dan sebaliknya menjadi penyakit jika membuat kacau kehidupan orang tersebut. Pengaruh buruk akan terjadi jika internet digunakan sebagai sarana untuk mengisolasi diri. Banyak orang tidak sadar bahwa lama-kelamaan ia menutup diri terhadap komunikasi sosial entah karena keasikan ngebrowse atau karena internet dipakai sebagai pelarian dari masalah-masalah yang berhubungan dengan kepribadiannya.
Hal itu dapat terjadi karena ada individu yang menampilkan kepribadian yang berbeda pada saat online dengan offline. Motivasi dibalik itu tentu berbeda antara satu orang dengan yang lain. Permasalahan akan rumit jika alasannya adalah karena individu tersebut tidak puas/*** terhadap dirinya sendiri atau mungkin karena rasa minder, malu, atau merasa tidak pantas), lantas menciptakan dan menampilkan kepribadian yang lain sekali dari dirinya yang asli. Seringkali ia lebih *** pada kepribadian hasil rekayasa yang baru karena tampak ideal baginya. Padahal, menurut para Psikolog, hal ini tidak benar dan tidak sehat.
Melalui system pakar inilah para psikolog bisa membuat suatu aplikasi yang bisa menampung segala sifat yang dimiliki seseorang, kemudian membuat suatu keputusan pemecahan suatu masalah kejiwaan, sehingga bisa mengurangi tingkat pemikiran. Selain itu pasien juga bisa mengetahui langsung keputusan yang muncul tanpa harus didampingi oleh psikolog.
Dari hal tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa kelebihan yang bisa didapat dari hal diatas adalah :
·         System pakar bisa memberikan keputusan yang cepat dari masalah-masalah kejiwaan yang dihadapi seseorang tanpa harus didampingi oleh psikolog.
·         System pakar bisa membuat pemikiran psikolog lebih ringan karena segala keputusan bisa diperoleh tanpa harus berpikir lebih mendalam.
Kerugian yang bisa terjadi adalah :
·         Apabila terjadi kesalahan system bisa berakibat fatal, karena masalah tersebut menyangkut kejiwaan social seseorang.
·         Sifat daripada jiwa social seseorang sangat beragam, sehingga keputusan yang dikeluarkan oleh system tidak selalu 100 % benar. Sehingga perlu adanya koreksi dari psikolog itu sendiri.
Decision Support System didalam organisasi
Decision Support System dalam sebuah organisasi digunakan untuk menganalisa sebuah permasalahan yang terjadi dalam organisasi tersebut untuk kemudian dengan decision support system tersebut dicari dan dibuatlah sebuah pemecahan masalah yang terbaik.
Manfaat yang dapat diperoleh dari pengguanaan metode decision support system ini antara lain :
·         memperluas pangsa pasar
·         memudahkan mendapatkan material dan jasa
·         memotong jalur distribusi pemasaran, sehingga produk menjadi lebih murah
·         mengurangi biaya pembuatan, pengolahan, distribusi, penyimpanan dan penerimaan informasi dengan mendigitalisasi proses tersebut
·         inventori yang lebih rendah dengan fasilitas manajemen rantai persediaan
·         membantu beberapa bisnis kecil bersaing dengan perusahaan besar

1.      Hubungan Decision Support System dengan E-Commerce dalam kaitannya dengan sistem pakar.
Decision Support System sangat mendukung aktivitas E-Commerce dalam segala hal antara lain sebagai berikut :
a.       Beberapa aktivitas E-Commerce membutuhkan pengambilan sebuah pilihan.
Contoh :
·         Pemenuhan pesanan E-Commerce melibatkan penjadualan dan transportasi barang ke pelanggan, membutuhkan model DSS untuk mengoptimalisasinya.
·         Melakukan analisa risiko (untuk memulai bisnis yang berbasis E-Commerce).
·         Pemilihan rute transportasi optimal dalam perdaganan B2B
·         Pencocokan pembeli dan penjual dapat dilakukan dengan DSS berdasarkan kriteria dan hambatan
b.      E-Commerce Memfasilitasi Pendukung Keputusan
·         E-Commerce menyediakan transfer informasi yang efisien dan efektif untuk pendukung keputusan
·         E-Commerce memperbaiki pengolahan pendukung keputusan
·         Pengumpulan dan penyimpanan data yang menggunakan infrastruktur E-Commerce dapat mangatur jadual dan manajemen perusahaan penerbangan.
c.       E-Commerce dan DSS Bekerja Bersama-sama
·         Banyak dari aktivitas yang membawa perbaikan pada rantai persediaan melibatkan pendekatan kerjasama E-Commerce /DSS.
·         E-CommeImplementasi decision support system di perusahaan / industri Salah satu jenis sistem aplikasi yang sangat popular di kalangan manajemen perusahaan adalah Decision Support System atau disingkat DSS. DSS ini merupakan suatu sistem informasi yang diharapkan dapat membantu manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Hal yang perlu ditekankan di sini adalah bahwa keberadaan DSS bukan untuk menggantikan tugas-tugas manajer, tetapi untuk menjadi sarana penunjang (tools) bagi mereka. DSS sebenarnya merupakan implementasi teori-teori pengambilan keputusan yang telah diperkenalkan oleh ilmu-ilmu seperti operation research dan management science. Hanya bedanya adalah bahwa jika dahulu untuk mencari penyelesaian masalah yang dihadapi harus dilakukan perhitungan iterasi secara manual (biasanya untuk mencari nilai minimum, maksimum, atau optimum), saat ini komputer PC telah menawarkan kemampuannya untuk menyelesaikan persoalan yang sama dalam waktu relatif singkat.
Dalam kedua bidang ilmu di atas, dikenal istilah decision modeling, decision theory, dan decision analysis – yang pada hakekatnya adalah merepresentasikan permasalahan manaje-men yang dihadapi setiap hari ke dalam bentuk kuantitatif (misalnya dalam bentuk model matematika).
Contoh-contoh klasik dari persoalan dalam bidang ini adalah linear programming, game’s theory, transportation problem, inventory system, decision tree, dan lain sebagainya. Dari sekian banyak problem klasik yang kerap dijumpai dalam aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, sebagian dapat dengan mudah disimulasikan dan diselesaikan dengan menggunakan formula atau rumus-rumus sederhana. Tetapi banyak permasalahan yang ada sangat rumit sehingga membutuhkan kecanggihan komputer.
Kesimpulan
Dari artikel di atas, saya dapat menarik kesimpulan bahwa sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah yang seperti biasa dilakukan oleh para ahli-ahli.
            Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan bahwa, secanggih apapun suatu sistem atau sebesar apapun basis pengetahuan di miliki, tentu saja ada kelemahannya sebagai konsekuensi logis kelemahan manusia sebagai penyusun elemen-elemnya. Bahawa sistem tidak memiliki inisiatif untuk melakukan suatu tindakan diluar dari apa yang telah diprogramkan untuknya.
Referensi

Nama            : Dimas Aditya N
NPM             : 11115909
Kelas            : 3KA04